Sabtu, 14 Desember 2013 0 komentar

cara mencegah banjir dan beberapa bencana yang datang dari ulah manusia



 

pada kali ini saya akan memberikan sedikit cara mencegah banjir dan bencana alam lainnya yang datang dari ulah manusia, kenapa saya membuat artikel ini?, karena seperti yang kita tahu bersama di beberapa daerah di indonesia sudah menjadi langganan banjir, meskipun daerah saya masih bebas banjir hingga saat ini :D, oke langsung saja baca yang dibawah ini :



  1. buanglah sampah pada tempatnya, langkah ini memang perlu kesadaran dari kita semua, bahkan ketika tempat sampah hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat kita, masih ada yang berat kakinya untuk membuang ke tempatnya
  2. jangannlah kita menebang pohon-pohon di hutan dan dibantaran sungai karena pohon berperan penting bagi kehidupan ini terutama pencegahan banjir, sebenarnya kita boleh menebang pohon asalkan jangan berlebihan
  3. lakukanlah reboisasi/penanaman kembali pada hutan dan bantaran sungai agar hutan dan sungai  yang gundul kembali hijau, apa lagi di atas bukit sangat di perlukan pohon terutama pohon berakar tunggang untuk menahan tanah longsor
  4. jangannlah membangun rumah di tepi sungai karena dapat mempersempit sungai karena sampah rumah tangga juga akan masuk sungai
  5. kali ini saya tidak tahu apakah apakah pembaca setuju atau tidak kalau saya sih setuju, yaitu hentikan pembangunan gedung-gedung tinggi dan besar karena itu akan membuat bumi kesayangan kita ini akan semakin sulit untuk menahan bebannya dan membuat permukaan tanah turun, itu bahaya lo!!
  6. dan yang terkhir ini sekedar pesan yaitu: sebenarnya pemerintah telah menyediakan tempat pembuangan sampah tapi kita sebagai masyarakat masih belum sadar untuk membuang sampah pada tempatnya,, apalagi ironisnya saya pernah melihat tempat sampah di jadikan untuk main bola "haduuh",
 jadi jangan selalu menyalahkan pemerintah ya, kita intropeksi diri dulu apabila pemerintah memang tidak meperhatikan, saya pun mendukung untuk menyalahkan pemerintah "hehehe"

oh iya satu lagi kurangilah pembangunan rumah kaca,penggunaan Ac, parfum semprot dan lain lain, karena dapat membuat lapisan ozon menipis dan pemanasan global,, kita sekarang sudah merasakan efek pemanasan global seperti makin hari makin panas, ES di kutub selatan sudah mulai mencair dan masih banyak efek lainnya

saya harap para pembaca semua sadar, kita harus menjaga bumi kita ini
2 komentar

MENCEGAH DAN MENANGGULANGI BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR

Mencegah dan Menanggulangi Bencana Banjir dan Tanah Longsor
Banjir di kawasan bantaran Sungai Deli Kel Sei Mati Kec Medan Maimun, beberapa waktu lalu seribuan rumah dari lima kecamatan terendam banjir.
Oleh: Hodlan JT Hutapea. Apa yang biasanya kita lakukan pasca terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di negeri ini? Apakah hanya sebatas menambal tanggul yang bocor atau membangun kembali bendungan yang jebol? Apakah hanya sekedar membersihkan rumah dari sisa lumpur dan sampah, atau membersihkan saluran pembuangan air dan memperbaiki jalanan umum? Setelah itu beramai-ramai kembali melupakan bencana tersebut dan kemudian menjalani keseharian seperti sedia kala, seolah tidak tertimpa bencana sebelumnya. Atau lebih parahnya, setelah banjir, maka saluran air (gorong-gorong) yang sedang dibangun untuk menangani banjir secara preventif tidak segera dirampungkan, mungkin karena banjir dianggap telah berlalu.
Secara ilmiah dan kasat mata dapat dinyatakan bahwa bahwa bencana banjir dan tanah longsor terjadi karena ulah manusia. Salah satu penyebab banjir adalah akibat ulah sebagian masyarakat yang secara ‘sadar’ sering membuang sampah sembarangan. Di daerah pedalaman, banyak masyarakat yang menggunduli hutan untuk ditanami tanaman palawija. Hal ini bisa jadi merupakan buah dari kemiskinan masyarakat sekitar hutan dan ketidaktahuan mereka akan bahaya banjir dan tanah longsor yang potensial terjadi. Banjir bandang dan tanah longsor sewaktu-waktu bisa saja terjadi karena akar serabut tanaman palawija tidak mungkin dapat menahan air yang menggemburkan tanah waktu hujan deras.

Ada dua kategori becana alam, yakni alami dan ulah manusia. Yang alami seperti gempa bumi, gunung meletus, angin puting beliung dan bajir. Sedangkan yang karena ulah manusia di antaranya pulusi air, tanah dan udara. Namun faktor pemicu terjadinya kedua kategori bencana alam ini menjadi sulit dibedakan. Sebab, pada akhirnya kontribusi ulah manusia yang eksploitatif terhadap alam dan lingkunganlah yang menjadi penyebab utama bencana banjir, tanah longsor dan pemanasan global.


Penyebab Banjir dan Longsor

Di Indonesia, kejadian banjir dan tanah longsor cenderung menunjukkan gejala yang semakin meningkat, semakin meluas, dan semakin mengganas dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan hingga saat ini belum ada upaya pencegahan dan penanggulangan banjir dan tanah longsor secara tuntas berdasarkan akar permasalahannya. Upaya-upaya yang saat ini dilakukan masih bersifat insidensial, umum, temporer, dan lebih berdasarkan kepentingan-kepentingan tertentu (Latief M. Rachman & Herdi Sahrasad).

Berulangnya bencana banjir dan tanah longsor sebenarnya merupakan suatu bukti bahwa manusia telah melakukan kekeliruan besar dalam mengelola sumber daya alam. Pun membuktikan bahwa sehebat apa pun teknologi yang digunakan manusia untuk mengatasinya, bencana banjir dan tanah longsor masih dan akan terus terjadi.

Di wilayah perkotaan, kesalahan pengelolaan sumber daya alam itu sangat kentara terjadi. Pembangunan dilakukan jor-joran dan tidak berspektif ekologis. Pendirian bangunan di kawasan resapan air mengakibatkan air langsung mengalir tanpa tertampung oleh tanah. Menipisnya kawasan hijau akibat pesatnya pembangunan gedung-gedung tinggi sangat berakibat buruk ketika musim penghujan tiba. Lihatlah Jakarta sebagai ibukota negara kita setiap tahun sudah langganan banjir.

Eksploitasi besar-besaran air tanah juga merupakan salah satu kesalahan fatal masyarakat perkotaan dalam hal pengelolaan sumber daya alam. Eksploitasi besar-besaran air tanah tersebut tidak hanya menjadi penyebab terjadinya kelangkaan air bersih, tetapi juga mengakibatkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) terhadap permukaan air laut. Jakarta dan Semarang merupakan contoh perkotaan yang posisinya semakin rendah daripada permukaan laut, sehingga kedua kota ini senantiasa dihadapkan pada ancaman bencana banjir (selain banjir rob) pada musim penghujan dan kelangkaan air bersih pada musim kemarau.

Di kota-kota besar lainnya di Indonesia pun banyak yang mengalami hal seperti ini. Pembangunan yang menistakan lingkungan sekitar marak terjadi dan sekan menjadi ‘tuntutan’ wajib bagi identitas sebuah kota. Akibatnya, permukiman kumuh bermunculan dan lahan sungai semakin sempit. Akibat bantaran sungai yang telah beralih fungsi menjadi permukiman kumuh itu, tak ayal ketika musim penghujan tiba sungai sudah tidak mampu lagi menahan debit air yang besar.

Sungai Ciliwung dan Bengawan Solo adalah contoh buruknya pengelolaan bantaran sungai yang telah beralih fungsi tersebut sehingga setiap tahun kedua sungai ini akan meluap dan membanjiri kawasan pemukiman kumuh di kedua sisi sungai. Kesalah kelolaan tersebut juga mengakibatkan rusaknya kondisi aliran sungai, yang meliputi wilayah yang paling hulu sampai ke hilirnya.

Kasus tanah longsor agak berbeda dengan banjir. Tanah longsor terjadi akibat sejumlah massa tanah di atas bidang luncur bergerak ke bawah karena gaya berat atau gravitasi. Longsor dapat juga terjadi karena runtuhnya sejumlah massa tanah dari ketinggian tempat tertentu secara tiba-tiba. Penyebab tanah longsor adalah tidak adanya penahan terhadap massa tanah yang jatuh dari dorongan gaya gravitasi tersebut.


Pencegahan dan Penanggulangan

Ada dua jenis banjir, yakni banjir daerah hulu dan banjir daerah hilir, yang pencegahan dan penanggulangannya tentu berbeda.

Selama ini pedoman dasar yang dipergunakan untuk pengelolaan air, yaitu air hujan yang jatuh ke permukaan tanah yang penting dapat dialirkan menuju saluran, parit, sungai kecil, sungai besar dan seterusnya akhirnya ke laut. Pedoman ini harus diganti dengan mengusahakan agar air hujan sebanyak mungkin diresapkan ke dalam tanah dan sedikit mungkin mengalir di permukaan tanah.

Beberapa kesalahan pengelolaan di wilayah hulu yang menyebabkan banjir dan longsor dikarenakan rendahnya kapasitas permukaan tanah menyerap air hujan. Semua ini merupakan kontribusi dari:

1. Penggundulan, penebangan pohon, atau pembalakan liar di wilayah hutan;

2. Kesalahan pengelolaan pertanian lahan kering.

3. Tidak ditanaminya daerah kawasan selebar sedikitnya 100 meter kanan-kiri sepanjang sungai (besar) dengan pohon-pohonan sebagai kawasan hijau.

4. Di daerah perbatasan antara wilayah hulu dan hilir, konversi lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman, perdagangan, industri, infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan lain sebagainya yang menyebabkan kapasitas resapan area menjadi jauh berkurang.

Untuk wilayah hulu yang terkena banjir, banjir biasanya terjadi karena meluapnya sungai utama dan jebolnya tanggul sungai yang melewati daerah-daerah tersebut. Daerah yang terkena banjir meluas mulai dari pinggir sungai atau tanggul yang jebol sampai ke wilayah tertentu yang posisinya lebih rendah. Banjir yang terjadi di Solo dan Madiun akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo dan jebolnya tanggul sungai merupakan contoh dari kasus banjir tipe wilayah hulu.

Pencegahan dan penanggulangan banjir untuk wilayah hulu (atas) karena air luapan sungai utama adalah: (1) memperbaiki kondisi daerah aliran sungai di wilayah hulunya sebagai daerah resapan air yang efektif agar tidak menghasilkan debit air sungai yang sangat besar ketika periode musim hujan tiba; (2) memperbaiki kondisi hutan yang ada di wilayah hulu; (3) memperbaiki sistem pertanian lahan kering yang ada di wilayah hulunya; (4) menjaga dan memelihara kawasan kanan-kiri sungai selebar 100 meter dan tanggul sungai sepanjang sungai utama sebagai kawasan hijau pohon-pohonan.

Untuk mengendalikan banjir yang terjadi tipe wilayah hulu agar cepat teratasi jika datang air luapan dari sungai yang melaluinya, perlu: (1) memperkuat tanggul-tanggul sungai agar tidak mudah jebol; (2) Membuat sistem distribusi pengairan air untuk mengalirkan air banjir tersebut ke daerah lain tanpa menimbulkan perluasan area banjir; (3) meningkatkan kapasitas resapan air di wilayah daerah banjir.

Sedangkan kesalahan pengelolaan wilayah hilir yang menyebabkan banjir di wilayah hilir (mendekati pantai) adalah; (1) tidak ditanaminya kawasan selebar sedikitnya 100 meter kanan-kiri sepanjang sungai; (2) penyempitan area aliran sungai, daerah kawasan kanan-kiri sungai, dan bahkan bagian dari tanggul sungai dan bantaran sungai yang digunakan sebagai permukiman penduduk; (3) sistem pengaturan tata air (perkotaan) lambat mengalirkan air yang berasal dari hulu menuju ke laut; (4) sistem drainase bagian hilir (perkotaan) yang tidak efektif dan lambat mengalirkan air ke laut, seperti saluran terlalu sempit dan sumbatan sampah; (5) kurangnya luasan daerah-daerah resapan air di wilayah perkotaan.

Penyebab banjir untuk wilayah hilir atau daerah pantai, pengaruh laut terutama pasang-surut laut dan ketinggian elevasi daratan sangat mempengaruhi. Meskipun air kiriman melalui sungai besar tertentu dari wilayah hulu tetap sebagai pemicu banjir, namun tanpa air kiriman itu wilayah hilir pun dapat juga mengalami banjir karena hujan lokal yang intensif dengan iystem drainase yang buruk serta air yang berasal dari pasang laut. Kasus banjir rob di wilayah pantai utara Jakarta merupakan contoh dari kasus ini.

Beberapa prinsip atau upaya utama pencegahan banjir untuk tipe wilayah hilir adalah: (1) membangun sistem pengairan yang mampu mengalirkan air hujan yang berkumpul di seluruh wilayah tersebut ke laut secara cepat dan efektif; (2) membangun sistem pengairan yang mampu mengalirkan air sungai yang berasal dari wilayah hulu menuju ke laut; (3) meningkatkan kapasitas resapan air di seluruh wilayah hilir; (4) mengendalikan atau mengurangi volume air sungai yang berasal dari wilayah hulunya dengan cara memperbaiki kondisi daerah aliran sungai wilayah hulunya atau sebagai daerah resapan air yang efektif agar tidak menghasilkan debit sungai yang besar ketika periode musim hujan tiba; (5) menjaga dan memelihara kawasan kanan-kiri sungai selebar sedikitnya 100 meter dan tanggul sungai sepanjang sungai utama sebagai kawasan hijau pohon-pohonan.

Sedangkan untuk mengendalikan banjir yang terjadi tipe wilayah hilir atau daerah pantai ketika terjadi banjir adalah membangun tanggul-tanggul penahan ombak untuk penahan air pasang atau banjir rob, dan membangun sistem pemompaan air untuk memompa air laut ke laut secara efektif.
Senin, 29 Oktober 2012 0 komentar

Suzuki Shogun 125, Juara Berkat Durasi Tinggi dan Pelatuk Vario


Dari dulu Ahon alias Herman Lo terkenal jago cubit pantat. Tentu bukan pantat janda, tapi pantat kem. Master kem itu berani kasih durasi tinggi di Suzuki Shogun 125 yang digeber Eko Codox. Hasilnya juara 1 Bebek 4-Tak 200 cc di Achilles Corsa Drag Bike 2012 di Sirkuit Sentul dua minggu lalu.

Untuk durasinya, klep isap 281° dan ex 278°. Ukuran ini cukup tinggi dibanding mekanik lain yang masih bermain diangka 270°. Membuat karakter motor kilikan Ahon punya power besar di rpm tinggi. Joki harus panteng gas ketika start.

Klep isap membuka 32° sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 69 setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang membuka 68° sebelum TMB dan menutup 30° setelah TMA.

Menggunakan klep EE5 yang punya batang 5 mm. Diameter payung klep in dibuat 33 mm dan katup buang 28 mm.

Ahon bisa dikatakan mau mengurangi gesekkan di mekanisme katup. Caranya menggunakan pelatuk model roller dari Honda Vario. Karena rocker arm model roller, kem yang dipakai harus gendut. Karakternya juga membulat, makanya yang cocok menggunakan kem Suzuki Titan. Bisa jadi kem yang dipakai ini dari Titan versi Thailand, karena disana sudah menggunakan pelatuk roller.
Karena Shogun 125 tim Abirawa SMS Ahon ini mengikuti kelas Bebek 4-Tak 200 cc, maka volume silinder juga dibore up. Menggunakan seher Honda Tiger 64,5 mm. Diikuti dengan menaikkan stroke atau langkah piston yang asalnya 55,2 dibuat 61,2 mm. Otomatis kapasitas silinder jadi 199,9 cc. Tipis banget jadi 200 cc.

Untuk mengimbangi stroke yang sudah panjang, setang seher juga perlu panjang. Agar gesekkan antara seher dengan boring jadi ringan. Conecting rod punya Yamaha RX-King dipasang.

Supaya seher bisa pas terpasang, lubang di setang seher dikasih bos dari bahan kuningan. Sehingga lubang dalam bos harus dibikin 15 mm, supaya pas dengan pen seher Tiger yang 15 mm.

Kepala piston harus dibentuk ulang. “Pinggir seher dibikin mendem 0, 6 mm dari bibir atas blok. Supaya tidak menyundul head,” kata Ahon, sapaan Herman Lo.

Sisa ruang bakar dibentuk model kubah. Kini rasio kompresinya jadi 13,8 : 1. Dipadukan dengan bahan bakar bensol. Penggabutan bahan bakar diolah karburator Keihin PE28, tapi direamer jadi 32 mm. Disesaki pilot-jet 32 dan main-jet 118.

Rasio gear pastinya dimainkan agar bisa melesat lancar di trek lurus. Gigi 1 13/29, 2 14/24, 3 17/23 dan 4 18/21. Final gear 14/33. “Tmbus 7,857 detik, masih akan diperbaiki. Next time agar bisa tembus 7,6 detik,” harap Ahon dari Jl. Kartini, No. 18, Depok Lama.  (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Sok belakang: Daytona
Swing arm: Supertrack
Sok depan: Posh
Ban depan: Corsa 50/90-17 & 80/80-17
Knalpot: AHRS
 
Penulis : Panji | Teks Editor : KR15 | Foto : Yudi
0 komentar

Honda Vario Techno, Mainan Anak Kecil


Berawal dari hobi motor yang sudah dialami sejak kecil, sehingga ngemodif motor seolah-olah jadi darah yang mengalir dalam diri Ahmad Fakhri Akbar. Buktinya doi enggak pernah punya motor yang kondisinya seperti bawaan pabrik.

Semua motor yang pernah nongkrong digarasi rumah pria lajang ini selalu tidak membiarkan tampilan motornya standar ting-ting. Seperti pada Honda Vario Techno miliknya.

Walaupun ubahannya tidak terlalu ekstrem, namun doi pede dengan tampilan motor yang punya tema puzzle. Menurut pria yang bekerja sebagai pegawai tata usaha di MAN 6 Jakarta ini, tema puzzle itu terlihat pada desain airbrush yang dibikin. “Selain itu tema airbrush dengan bentuk puzzle itu masih jarang. Selama ini jika diperhatikan model airbrush kebanyakan mengambil konsep kanibal dan abstrak,” tambahnya.

Ketika proses pengecatan, pria asli Betawi ini mengaku motif puzlle itu ternyata sama saja kayak kita sedang maen puzzle, butuh konsentrasi yang tinggi. Maklum bro, proses pengecetan dilakukan sendiri, doi hanya dibantu Cacam dari C2M di Jl. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. “Memang sih ngecatnya di bengkel airbrush, tapi dari mulai ngamplas sampai grafis dilakukan sendiri,” beber Aii Bolang, sapaan akrab Ahmad.

Nah, agar terlihat tidak monoton, motif puzzle tadi dipadukan dengan desain semi tribal. “Dikombinasi dengan warna biru, hijau, kuning dan merah agar terkesan ceria,” bilang Aii.
Selain bodi, agar tampilan makin sip. Aii membuat kelir cover CVT menjadi lebih menarik. Caranya cover CVT aslinya dikrom, setelah itu penutup belt itu lalu dilebur menggunakan cat candy berwarna gold. Alasannya sih, agar tampilannya makin keren.

Ubahan lainnya ada pada bagian sakelar. Walaupun sakelar yang berada pada bagian setang dibiarkan standar, namun fungsinya sudah tidak seperti aslinya. Panel klakson dipindah ke panel elektrik starter. Hal itu dilakukan bukan tanpa sebab, agar kesannya seperti Vario yang beredar di Thailand. Selain itu jika dilihat dari fungsinya efeknya bisa lebih safety karena maling tentu akan bingung, ketika sakelar starter dipencet bukan mesin yang bunyi tetapi klakson. Sehingga maling berfikir itu alarm.

Langkah yang dilakukan, agar panel klakson dan panel starter bisa ditukar, cukup menambah kabel sepajang 10 cm. Kabel tadi disambungkan pada kabel starter dan kabel klakson, sehingga kedua panel itu bisa berpindah rumah.

Agar terlihat eye catching ketika motor diajak nongkrong, Aii menambahkan stabilaizer pada bagian jok. Sehingga ketika kunci bagasi dibuka, jok akan terbuka dengan sendirinya. “Saya pasang stabilaizer pada jok belakang itu selain agar terlihat eye catching, juga biar enggak ribet ketika mengisi bensin,” kata Aii.

Terakhir, sebagai aroma pemanis. Aii memberi nuansa krom pada sokbreker depan, handel rem, standar tengah dan samping. Tujuannya agar motor lebih terlihat elegan.  (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan : Mizzle 2,25-17
Ban belakang : Mizzle 2,25-17
Knalpot  : DBS
Sokbreker : YSS
Penulis : Hanggi | Teks Editor : KR15 | Foto : Endro
 
;