Kamis, 14 Januari 2016 0 komentar

Kuliah di Teknik Industri, Peluang Dapat Kerja Lebih Besar

Mahasiswa Teknik Mesin ITB menyelesaikan tahapan rakitan mobil Mushika Formula One di Lab Surya, Teknik Mesin ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung. (Foto : Dok Sindo Photo)

PADANG Calon mahasiswa haruslah jeli bila memilih jurusan di perguruan tinggi, calon mahasiswa juga harus melihat tantangan, peluang dan prospek suatu jurusan tersebut untuk lima tahun ke depan. Sebab selama kuliah rata-rata seorang mahasiswa akan menghabiskan waktu empat hingga lima tahun.

Menurut Ketua Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta Yesmizarti, salah satu yang sangat prospek lima tahun mendatang adalah lulusan Teknik Industri. Dia menjelaskan, secara klasik Teknik Industri adalah untuk melayani sektor manufaktur. 

“Deksripsi kerjanya adalah memastikan jalannya produksi dan operasi secara efisien dan efektif hingga mendapatkan sebuah sistem produksi atau operasi yang terbaik,” ujarnya di Universitas Bung Hatta, Padang, Selasa (14/6/2013).
 
Lulusan Teknik Industri tidak hanya di sektor industri manufaktur saja, tapi bisa melebar ke sektor jasa. Bahkan lulusan Teknik Industri UI, diketahui lebih banyak bekerja di sektor jasa dibandingkan manufaktur. 

“Jabatan yang sering diambil menyangkut QA (Quality Assurance), Business Excellence Team, Standard and Procedure Development Officers, Pemasaran, Operations Officer hingga Directors. Selain itu juga terserap di perbankan, stasiun televisi, telekomunikasi, teknologi informasi, pemerintahan, konsultan, asuransi, energi, rumah sakit, pendidikan dan sebagainya,” terangnya.

Dia mengatakan, di negara referensi Teknik Industri, Amerika, melalui lembaga profesi Institute of Industrial Engineers, terlihat alumni Teknik Industri di sana dibagi menjadi beberapa perkumpulan antara lain, perkumpulan sistem kesehatan (Society of Health Systems/SHS), Society of Engineering and Management Science (SEMS), Engineering Economy, Quality and Reliability Management, Operations Excellence.
 
Tentu saja, dan jika berbicara keahlian spesialisasi memang demikian. Tetapi tren saat ini adalah pendekatan yang multidisiplin dan multidimensi lebih dibutuhkan, mengingat meningkatnya kompleksitas dari permasalahan.

“Keunggulan inilah yang ditawarkan oleh Teknik Industri, yang secara kurikulum menekankan terhadap pendekatan multidisiplin ini, ditambah dengan kemampuan perancangan (design capability) dengan latar belakang keteknikan kuat. Latar belakang keteknikan inilah yang menguatkan kemampuan mengembangkan metodologi yang logis dan terstruktur, dibandingkan dengan bidang ilmu lainnya,” jelasnya

Hal tersebut mencakup bagaimana mengevaluasi standar waktu kerja untuk menyeimbangkan antara kemampuan manusia normal dengan tuntutan organisasi. Kemudian merancang cara kerja manual terbaik dengan memastikan sebuah desain kerja dapat mengoptimalkan kemampuan manusia dan hukum. Selanjutnya merancang dan memperbaiki layout baik dari pabrik maupun stasiun kerja.

Ia mengatakan jurusan Teknik Industri juga mampu menyusun jadwal produksi dan pengadaan dari setiap seluruh fasilitas produksi serta bagaimana menyimpannya untuk memastikan bebas hambatannya proses produksi dikenal dengan Production Planing and Inventory Control.
Tak hanya itu, jurusan Teknik Industri bisa menjaga tingkat operasi dari setiap sumber daya seperti mesin dan peralatan, dalam kondisi optimal melalui manajemen pemeliharaan. Bahkan, dapat menjamin mutu produk yang berasal dari mutu proses yang baik atau quality assurance.

“Hal-hal di atas menjadi sebuah pekerjaan, yang hampir dapat dikatakan rutin oleh lulusan Teknik Industri yang harus dilakukan dengan kecepatan perubahan produk yang saat ini terjadi. Dulu untuk mengubah sebuah produk kita membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun, sekarang untuk dalam hitungan satu hingga dua tahun bahkan bulanan,” pungkasnya.



sumber :www.news.okezone.com
0 komentar

Hobikuuu

assalamualaikum wr.wb


     kali ini dalam rangka memenuhi tugas akhir IT saya akan sedikit berbagi mengenai hobi saya sebelumnya perkenalkan nama saya bagas pratama putra saat ini saya belajar di universitas islam sultan agung di semarang mengambil jurusan teknik industri
      mengenai hobi sebenarnya saya suka banyak hal tapi saya lebih suka yang berhubungan dengan alam terutama fauna.. di indonesia memiliki beraneka ragam fauna dengan berbagai sepesies itu yang membuat saya terkagum kagum dengan ciptaan Allah yang sangat indah
      sekian crita singkat dari saya mohon maaf apabila ada kesalahan tutur kata

wassalamualaikum we.wb




Kamis, 07 Januari 2016 0 komentar

Bagas Pratama Putra biodata

Nama : Bagas Pratama Putra
Tempat/tgl Lahir : Tanggerang /18-08-1997
Fakultas : Teknologi Industri
Jurusan : Teknik Industri

      Di fakultas teknologi industri kita mendapatkan fasilitas pembelajaran tentang komputer yaitu IT literasi yang diadakan seminggu sekali yaitu pada hari jumat pukul 10.00 wib
       selama praktikum IT di fakultas teknologi industri saya mendapatkan ilmu ilmu mengenai komputer yang sangat bermanfaat untuk keperluan kuliah seperti membuat makalah tugas akhir dan excel
      semoga dengan pembelajaran ini dapat membantu untuk tugas tugas perkuliahan kedepanya


Sabtu, 14 Desember 2013 0 komentar

Tips Motor metik kenceng tanpa bore up

Mau upgrade performa skutik tanpa bore up? "Trik paling diminati adalah meniru teknik upgrade performa pada motor jenis bebek,” ujar Ditto Watt, mekanik bengkel 5758 Motorcycle di Jl. Samoja, Kosambi, Bandung. Untuk urusan upgrade tanpa bore-up, biasanya pengerjaan lebih banyak terkonsentrasi pada silinder head. Kelar bagian atas, baru setingan menjalar ke bagian lain. Mau tau lengkapnya?

Roller

Menurunkan bobot roller jadi langkah untuk menyelaras­kan setingan upgrade performa non bore-up yang sudah dibuat. Enggak perlu terlalu banyak penurunan bobot roller-nya. Cukup lebih ringan 2 gram dari roller standar bawaan skutik

Noken As

Buka tutup klep juga mesti disesuaikan. Untuk hal tersebut, langkah paling mudah adalah dengan mengganti noken as standar dengan yang racing. “Itu rumus sederhana bagi mereka yang pakai Yamaha Mio. Buat pengguna Honda BeAT, treatment-nya bisa lebih sederhana lagi,” jelas Ditto. Masih kata Ditto, cukup setel ulang kerenggangan klep. Dengan fuller gauge, setting ulang klep inlet pada angka 0,15-0,20 mm dan bagian exhaust dibikin rapat (0,07-0,1 mm).

Porting

Dalam kondisi yang masih standar dinding pada lubang inlet maupun exhaust, teksturnya seperti kulit jeruk. Oleh mekanik hal tersebut dianggap sebagai penghambat alur gas masuk maupun keluar. Supaya proses masuknya bahan bakar ke ruang bakar dan proses keluarnya jadi lancar, bagian tersebut mesti dibuat halus dan rata. Untuk proses menghaluskan dan meratakan, biasanya mekanik melakukan teknik porting

Knalpot

Dengan metode non bore-up untuk upgrade performa skutik, enggak mengharuskan pakai knalpot racing. Namun agar proses pembuangannya lebih lancar, knalpot bawaan motor mesti dimodifikasi. “Bila enggak mau knalpot standar pabrik yang diobok-obok, bisa juga dilakukan ganti knalpot aftermarket yang standar bobok,” kata ayah 1 anak itu.

Spuyer

Seting ulang spuyer, tergantung dengan keinginan dari si pengguna skutik tersebut. Bila masih ingin mempertahankan penggunaan filter udara, maka setingan spuyernya dibuat kering. Tapi bila maunya open filter, mau tidak mau perbandingan spuyernya dibuat basah. “Soal berapa angka ukuran spuyernya, mesti trial and error. Enggak bisa 1 perbandingan main jet dan pilot jet, bisa dipakai pada semua skutik,” terang Ditto.

Kompresi 

Meningkatkan rasio kompresi pada mesin skutik, akan membuat power meningkat. Begitu gas dibuka, peningkatan mesin skutik yang perbandingan kompresinya dinaikkan terasa dari rpm bawah sampai atas. “Buat Yamaha Mio yang pistonnya cekung, cara menaikkan kompresinya bisa dengan melakukan papas silinder head. Enggak usah banyak-banyak, untuk skutik harian cukup 1-1,5 mm saja,” terang Ditto. Sementara itu buat pengguna Honda BeAT, untuk menaikkan rasio kompresi bisa dengan mengganti piston. Cukup masukkan piston Honda Vario yang berkubah jenong



sumber : http://ivanivanivaan.blogspot.com/2012/09/tips-skutik-biar-kenceng-tanpa-bore-up.html
 
;